Tips Mendesain Rumah Mungil

https://www.archdaily.com/891257/6-tips-for-designing-and-building-a-tiny-house/5ab47c20f197cc29020000b3-6-tips-for-designing-and-building-a-tiny-house-photo
Belakangan ini rumah mungil (tiny house) sudah mulai dikenal dan diterima masyarakat, khususnya di negara-negara Amerika dan Eropa. Berbeda dengan yang sering disebut "Rumah Minimalis" di Indonesia, rumah mungil benar-menar hadir dalam ukuran yang ringkas, bahkan pada beberapa kasus sengaja dibuat semi permanen, alias memungkinkan untuk dipindah-pindahkan lokasi. Menggunakan trailer misalnya.

Rumah mungil banyak dikembangkan untuk menjadi opsi pembangunan hunian atau tempat tinggal di masa sekarang yang seringkali harga rumah konvensional tidak dapat dijangkau banyak kalangan. Karena bagi sebagian orang menyewa atau mengontrak tempat tinggal tidaklah senyaman memiliki hunian milik sendiri. Rumah mungil juga terkadang dijadikan solusi untuk memberikan pemukiman kepada orang-orang yang homeless (tunawisma).

Nah, berikut adalah beberapa tips untuk membangun/ mendesain rumah dengan konsep tiny house:

Cek dan pastikan aturan yang berlaku di tempat Anda ingin membangun tiny house 
Hal ini penting untuk mengarahkan bagaimana desain rumah Anda. Karena pada beberapa daerah mengharuskan perizinan mendirikan bangunan untuk mendirikan apapun. Adapun di Indonesia, sampai dengan artikel ini ditulis IMB wajib untuk rumah permanen dan tidak wajib untuk rumah semi permanen. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa menentukan akan membangun rumah yang permanen dan berarti struktur dan kekuatannya harus memenuhi standar IMB, atau semacam rumah kontainer yang bisa dipindah-pindah sehingga statusnya sebagai rumah semi permanen.

Rencanakan denah yang se-efisien mungkin
Perencanaan denah yang baik akan mendukung efisiensi ruang, sehingga ukuran rumah mungil dapat tercapai dengan tetap memperhatikan kebutuhan ruang untuk hidup di dalamnya.

Jangan "asal" mengecilkan segala hal
Hal yang rawan terjadi saat merancang rumah mungil adalah sengaja mengurangi dimensi segala hal, seperti ruang tidur, ruang makan, sampai dnegan kamar mandi hingga pada akhirnya tidak nyaman untuk dihuni. Hal ini tidak seharusnya terjadi. Minimalkan ukuran pada ruang yang memungkinkan dan perhatikan kebutuhan ruag gerak individu (bubble diagram). Dalam hal ini, perkembangan furnitur modern yang dapat dilipat dan ubah-ubah dapat memberikan manfaat pengematan ruang tanpa mengorbankan kenyamanan. Misalnya meja TV yang bisa diubah menjadi ranjang, sehingga fungsi kegiatan menonton TV dan tidur dapat dilakukan secara bergantian dan tetap nyaman.

Jangan lupakan sistem pondasi (dan atap)
Memperhatikan pondasi dan atap berpengaruh pada bagaimana tipe rumah yang diinginkan. Pondasi yang rigid atau monolit, pondasi titik, atau pondasi yang terpisah dari badan bangunan, sehingga dapat dibingkar pasang saat ingin berpindah (seperti pada rumah kontainer).  Perhatikan juga atap, akan terkait bagaimana perlakuan terhadap air hujan atau salju pada negara bersalju. Miring atau rata-nya atap akan berpengaruk pada ketahanan bangunan mungil Anda.
https://www.archdaily.com/891257/6-tips-for-designing-and-building-a-tiny-house/5ab47c20f197cc29020000b3-6-tips-for-designing-and-building-a-tiny-house-photo

Perhatikan berat bangunan
Bangunan tidak boleh terlalu berat. Terlebih jika semi permanen dan ingin dipindahkan menggunakan trailer. Namun juga jangan terlalu ringan sehingga tidak mampu menapak dengan baik dan rawan terhadap terpaan angin atau hempasan air hujan.

Imajenasikan dan eksplorasi material rumah anda!
Pilih material finishing yang tidak terlalu berat namun tetap memberikan kesan indah pada rumah Anda. Harga yang pas juga akan membuat biaya rumah lebih masuk akal. Material daur ulang seringkali dijadikan pilihan untuk rumah mungil. Pilih yang berwarna cerah dan tidak menyimpan panas (untuk daerah tidak bersalju). Boleh menggunakan kaca, tetapi jangan terlalu banyak. Terlebih lagi, pemilihan material ini akan menjadi sangat krusial untuk kenyamanan termal di dalam rumah Anda. Penggunaan material dan sistem ventilasi yang tepat akan menciptakan pendinginan pasif yang baik sehingga tidak memerlukan pendingin mekanis (AC). Hal ini dapat mempengaruhi penghematan energi bangunan hingga 40%.

---------------------------------------------------
Ref: Yiling Shen. "6 Tips for Designing and Building a Tiny House" 02 Apr 2018. ArchDaily. Accessed 17 Sep 2019. <https://www.archdaily.com/891257/6-tips-for-designing-and-building-a-tiny-house/> ISSN 0719-8884

25 comments:

  1. berhubung gue ngontrak sama Istri, jadi kepikiran ide bikin kayak ginian, hehe. Tapi sepertinya biaya yang harus dikeluarkan bukan biaya yang kecil ya . ehehe Mungkin sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk 1 rumah semacam BTN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lumayan juga sih memang. Kalau diambil contoh misalnya rumah kontainer 6 x 2,4 meter saja kurang lebih 80-160 jt, belum termasuk ongkos kirim dengan truk.. Well sangat kecil memang. Tapi angka segitu jauh lebih murah dari rumah sekarang yang 300 - 500 juta.
      .
      Jadi tinggal pilih nabung/nyicil, atau rumah mungil dengan lebih terjangkau.

      Delete
  2. Ditambahkan contoh denah sepertinya lebih bagus kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ide bagus!, mudah-mudahan bisa di next post ya..
      Terimakasih sudah berkunjung, TEMANSENJA.. ^^

      Delete
  3. wihh mantap, kayanya cocok kalo diterapkan di daerah sekitaran jakarta hehehe

    semangat menulis!
    mampir ke blog saya juga yaaa, jangan lupa di follow hehee :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp!, terimakasih sudah menjadi pembaca Arsilogi.id ^^

      Delete
  4. Terima kasih info yg sangat bermanfaatnya πŸ‘πŸ»πŸ˜Š

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung ke arsilogi, ASHIMA! :)

      Delete
  6. Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung ke arsilogi, SULIS! :)

      Delete
  7. Replies
    1. erimakasih sudah berkunjung ke arsilogi, RENO! :)

      Delete
  8. Jadi pingin punya rumah unik begini...😊😊😊

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung ke Arsilogi! :)

      Delete
  10. Wah, saya jadi pengen bikin rumah begini, apalagi yang semi permanen. Kalau lagi pengen liburan, bisa dipindah gitu 😁😁😁

    Sangat bermanfaat kak 😊 Dari nama web dan pembahasan, pasti kakak anak arsi ya? πŸ˜‡

    ReplyDelete
  11. Saya juga punya rumah mungil.. Mungil sekali malah 😬

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohyaa..??,
      Waaah... boleh dong dibagi ceritanya. ^^
      .
      Terimakasih sudah berkunjung, ANNE! :)

      Delete

Powered by Blogger.